july 30’2010

jum’at, july 30, 2010

dengan sadar sesadar sadarnya aku lakuin semua ini dan aku juga tidak merasa sedang dalam pengaruh orang lain atau bahkan pelet sekalipun huehue….. yeah,.. sore itu aku ucapkan kabul untuk menyambut ijab yang di ucapkan seorang bapak untuk anak perempuannya, aku menikah, menikahi seseorang yang bersedia apes atau mungkin sedang tidak sadar menikah denganku haha…. tapi rasanya telat untuk sadar, toh sekarang sudah sah menjadi istriku wekekekek…… kwapok !!!

sudah tiga bulan lebih kami mulai menjalani babak baru dalam kehidupan, ibaratnya mulai menentukan sendiri apa yang akan kami makan untuk esok hari, tapi bukan berarti egois karena kami berhak menentukan segala sesuatunya sendiri, justru malah kami meski lebih bijak menentukan sesuatu itu,  tanggungjawabnya malah lebih besar karena pernikahan aku pikir tidak cuma antara kami berdua tapi juga diantara 2 buah keluarga besar yang menjadi satu dalam ikatan persaudaraan, eh begitu ya? yeah yang aku dengar seperti itu :D.

gimana rasanya menikah? dengan sejujur jujurnya aku jawab “enak” hehe… bantal guling yg dulunya diem aja sekarang sudah bisa goyang2 sendiri bahkan bisa nyubit lho hehe…. hanya yg sudah menikah yang tau gimana enaknya sebuah pernikahan, haha… seru…!!! orang jawa bilang istri itu sama dengan garwo alias sigaraning nyowo (belahan jiwa), jadi bukan hanya sekedar teman hidup atau bahkan sekedar teman tidur doang, separoh jiwa sang suami ya istrinya itu, kalian tentu percaya manusia diciptakan berpasang2an kan nah yang namanya pasangan ya berdua, terlepas itu dengan sejenisnya atau bukan, eh haha….

apa gak kecepetan menikah? ah.. aku pikir ndak terlalu dini juga aku putusin menikah, usiaku juga sudah melampaui batas usia yang ditetapkan dalam Undang – undang no.1 tahun 1974 tentang perkawinan, dimana dalam pasal 7 ayat 1 disebutkan “Perkawinan hanya diizinkan jika pihak pria sudah mencapai umur 19 (sembilan belas) tahun dan pihak wanita sudah mencapai umur 16 (enam belas) tahun. jadi gak kecepetan juga kan jadinya, klo tolak ukurnya kesiapan mental, materi, dll-nya itu terlalu di pikirkan malah membuat seseorang takut untuk melangkah, itu mungkin yg menyebabkan kenapa seseorang kok blom nikah2 juga meski usia sudah bisa dibilang mapan, maka dari itu cepatlah menikah :D, rejeki seorang bujang akan berbeda dengan rejeki yang diberikan kepada sebuah keluarga 🙂 (ngawur).

untuk semua pihak yg tidak saya sebutkan satu2 terutama keluarga yg terlibat, terima kasih banyak untuk do`a dan dukungannya, semoga saya kapok untuk menikah lagi hahaha….

6 comments ↓

#1 Retha on 10.05.10 at 2:16 pm

Siip… Selamat datang di Surga dunia
Anyway, mau jadi surga atau neraka tetap berdua kok yang pegang kendali, so create the beauty of heaven yaaa 😉

#2 noped on 10.07.10 at 4:34 pm

yeyeyeyeyyyyyyyyy ……………….

3 bulan masih belum seberapa

1 tahun menjalani hati-hati….
2 tahun menjalani rawan & penuh goda an….
3 tahun menjalani amann……………

Moga langgeng hingga sama” memakai teken

#3 ia Wibawa on 10.07.10 at 5:22 pm

ga nyangkaaa…

akhirnya aku dipinang olehmuuu haha 😀

loph yu beib

#4 30 Juli « kotak biru on 07.30.11 at 7:30 am

[…] 1 tahun yang baik ini juga mengawali tahun-tahun berikutnya. semoga kebaikan yang sudah dimulai dari angka […]

#5 30 Juli | Kotak Biru on 03.02.12 at 10:21 am

[…] 1 tahun yang baik ini juga mengawali tahun-tahun berikutnya. semoga kebaikan yang sudah dimulai dari angka […]

#6 ketiga | Kotak Biru on 08.02.13 at 9:20 pm

[…] ini hampiiir aja ga ada perayaan apa-apa, ada sih. meski sederhana. kita selalu merayakan momen-momen penting, untuk mengingatkan bahwa kita pernah melalui rasa […]

Leave a Comment