pangeran palasara

yeah akhirnya ketemu lagi sodara-sodara sebangsa dan setanah aer 😀 , merdeka !!!

masih ingat gak dengan kalimat ini “pangeran palasara merawat anak burung diatas kepalanya” , kalimat yg muncul ketika tayangan iklan sebuah produk susu bubuk dencow . yg terlintas dipikiranku waktu itu adalah kehebatan, keteguhan dan kesabaran seorang pangeran hingga sanggup melihara anak burung, diatas kepala lagi wew… te – o – pe deh pokoknya. nah belakangan aku tahu gimana asal muasal cerita dari pangeran ini, ternyata gak se-simpel kalimat yg dimunculkan ribet banget perjalanan siy pangeran hingga harus merawat anak burung diatas kepala.
awalnya begini, pada suatu ketika jaman bahula kala, dikisahkan sedang terjadi obrolan serius antara Dewi Rukmawati dan muridnya yg tidak lain dan tidak bukan adalah begawan Palasara, waktu itu sang begawan nyarawidaken (menanyakan) mengenai mimpinya, prinsipnya siy sang begawan bermimpi membuat rumah baru tetapi diakui milik oleh orang lain dan dituker dengan pakaian. nah loh kok enak rumah dituker dengan pakaian hehe…., menurut sang guru siy tuh mimpi berarti kalo sang begawan bakalan mempunyai istri tapi sayangnya direbut orang lain dan sebagai gantinya, begawan palasara diberi panguwos (takhta kekuasaan) *ngarep minjem buku tafsir mimpi sang guru 😀 * , nah demi untuk mewujudkan lakon kehidupan yg sudah tersirat di mimpinya, maka begawan disuruh meneruskan perjalanan ke sungai jamuna *sungai yg aneh*. dan ternyata sang guru ini menaruh hati kepada muridnya sendiri, hm… ternyata lakon seperti ini sudah ada sejak jaman dodol ya haha… jadi gak usah kaget lagi klo nemuin kasus guru nikah dengan muridnya hehe…
perjalanan begawan palasara ternyata melewati berbagai macam rintangan plus 7tanjakan dan 7tikungannya huehue… tp serius lho dikisahkan perjalanan menuju sungai jamuna tidak mudah, ditengah perjalanan sang begawan harus perang tanding dgn sepasang raksasa cew/cow yg ternyata dua raksasa itu badhar menjadi Bathara Kamajaya dan Bathari Ratih dan kemudian menginformasikan bahwa palasara kelak akan menurunkan Narendra binathara. rintangan selanjutnya ketika melewati negara Kencapura yang sedang mengadakan sayembara pilih untuk Dewi Kencawati, putri Prabu Kikinca. dikisahkan pada saat begawan lewat tempat sayembara, eh sang dewi kesengsem sehingga diantara para raja dan satriya yg hadir pada waktu itu, pilihannya jatuh pada begawan palasara. mau tidak mau akhirnya begawan dikawinkan dengan dewi Kencawati *masa iya rintangan kek gini 😀 *.
perjalanan sang begawan lanjut lagi, dan kali ini nyampai di Pertapaan Parewana, kepada para punakawan sang palasara curhat kalo doski kecewa sama gurunya sebab kenyataannya ia bertemu dengan Dewi Kencawati yg sama sekali tidak dicintainya, padahal dalam mimpinya dia bertemu dengan seorang putri raja yg kebetulan mirip dengan Dewi Rukmawati. karena besarnya keinginan untuk mencari wanita dalam mimpinya, akhirnya sang begawan ber semadi di Pertapaan Parewana. karena saking getolnya bertapa, begawan Palasara kedatangan Bathara Narada yg bermaksud menguji tapa brata Palasara dengan menyamar sebagai sepasang burung emprit yg kemudian membuat sangkar diatas kepala Sang Pertapa. lama kelamaan sepasang burung itu bertelur dan menetaskan empat emprit kecil. sayang induk emprit terlalu terlena dengan kisah kasih mereka hingga menelantarkan anaknya yg padahal belum bisa mencari makan sendiri. penderitaan emprit kecil ini akhirnya didengarkan oleh Palasara dalam keheningan semadi-nya. padahal induk emprit ini sudah meniggalkan sangkar sekaligus anak²nya. saking melasnya melihat penderitaan itu, akhirnya Palasara menghentikan pertapaanya dan kemudian berjalan membawa emprit kecil tadi mencari induknya. tak terasa perjalanan Begawan Palasara terhalang oleh lebar dan dalamnya sungai jamuna, untungnya siy disitu ada ojek perahu yg dikemudikan oleh Dewi Durgandini alias Dewi Lara Amis. terkejut sekali Palasara melihat kecantikan Durgandini tapi sangat disayangkan baunya sangat menusuk hidung (amis). dengan kemurahan hatinya, Begawan Palasara berkenan memberikan penyembuhan sampai nirmala jati alias sembuh total.
akhirnya mimpi Begawan Palasara menjadi kenyataan, karena setelah Dewi Durgandini sembuh total dari penyakit kulitnya, ia menjdai benar² canti jelita sehingga begawan palasara kesengsem. emang mujur bener nasib siy begawan, sebelumnya Dewi Durgandini sudah mengucapkan pasanggiri sayembara :”Barang siapa yg bisa menyembuhkan dirinya, maka ia bersedia dijadikan jatu krama-nya (pasangan hidupnya)”. maka sang Dewi pun juga jatuh hati kepada Begawan Palasara yang rupawan. wew klop dah, yg cakep emang gak jauh² dari yg cantik 😀

sumber : Asmarandana Darah Barata

14 comments ↓

#1 aya on 10.22.08 at 3:00 am

wah mas bowo bisa ndogeng juga ya…
gak nyangka Aya

http://zahroulaliyah.info

#2 ita on 10.22.08 at 3:32 am

jago nulis ternyata mas bowo ini yah….sampek bisa nulis sebanyak itu…

#3 rizoa on 10.22.08 at 10:56 am

wah..akhir tulisannya… klu yang jelek dapet jelek dunk…

#4 andyan on 10.29.08 at 3:57 am

hmm
mau dnk didongengi rame2 tiap malem minggu

#5 rizoa on 11.03.08 at 9:33 pm

ngapdet dunk…

#6 ansella on 11.06.08 at 6:04 am

*ngeglesor dengerin om bowo bercerita*

#7 Lutfi on 11.09.08 at 10:40 am

besok2 ndongeng lagi ya mas 😀

#8 kagendra on 11.11.08 at 12:39 am

NYILIH BUKUNE, AWAS YEH ORA OLEH DISILIhI

#9 bowo on 11.11.08 at 4:15 am

@aya, ah dik aya niy bisa sajah huehue….
@ita, lah cuman menceritakan kembali kok mbak hehe..
@rizoa, keknya itu sudah hukum alam bro wekekekek
@ansella, ***kulempar popcorn kepadamuh, terimalah…….
@lutfi, ditunggu sajah seri selanjutnya hehe..
@kagendra, ampyun bang wekekekekek

#10 crayon shinchan on 11.16.08 at 1:30 pm

kulonuwun dab huauuahuhaha japhe methe yo dab hahhaa

#11 To Make Money On Internet on 05.08.09 at 2:18 pm

Apakah Indonesia akan mempunyai pemimpin baru dengan ketulusan hati seperti para pemimpin Tanah Air di masa kerajaan dahulu?…

#12 pallasara on 06.29.09 at 10:19 am

ooohhhhh bbbeeeeeghitu ceritanya,thq bro.mudah2an nasib gua jg sama kaya palasara.mudah2an nasib gua jg sm kaya palasara ke Dewi Durgandini alias Dewi Lara Amis,tp klo gua ke VLORA HIKMAH SARI.hheheh….jd curhat neehhh wuuoooiiii

#13 jaya on 07.21.10 at 3:43 pm

kulo nuwun. sya seneng masih banyak kawula muda yang mau mengenal budaya tradisional terutama wayang, sebetulnya kalau pemimpin pemimpin kita mau berjiwa seperti palasara, negara akan jaya rakyat sejahtera, sayang pemimpin2 kita berwatak seperti DURYUDANA, DURNA

#14 dhee on 08.29.10 at 7:00 pm

thanks mas bowo, berkat cerita mas neeh hilang sudah rasa penasaranku atas tokoh palsara itu….trims

Leave a Comment