subaya, kintamani 12-13’06’2010

tak banyak yang bisa aku gambarkan mengenai desa satu ini, selain decak kagum akan begitu sempurnanya ciptaan Yang Esa akan semua ini saat ketika setiap harinya hanya gedung2 megah style western maupun style bali yang ku lihat di seputaran denpasar kemudian disuguhi pesona sebuah alam yang begitu megahnya seperti ini lebay , alam yang asri, suasana yang sejuk, kabut alam pedesaan yang turun perlahan, nyanyian suara alam yang jelas kudengar karena memang begitu sunyi dan sepinya desa satu ini, subaya – kintamani

hari itu hampir saja gagal lagi rencanaku untuk ngikut mencicipi suasana subaya yang selalu di perbincangkan oleh beberapa temen dan dijadikan rekomendasi ketika sindrom kepenatan akan suasana kota mulai hinggap, karena diluar dugaan malam sebelum aku putuskan berangkat denpasar turun hujan dengan asumsi karena berangkat malam dan turun hujan plus mendung yang gelap gulita bukan karena malam, kemungkinan bakal kehujanan dijalan dan itu akan sangat tidak nyaman mengingat perjalanan denpasar – kintamani dengan motor bukan perjalanan pendek, waktu tempuh kurang lebih 3jam, untungnya keadaan itu terselamatkan oleh mas hendra yang dengan rela dan baik hatinya mengikutkan aku jadi satu mobil dengannya, kesuwun ya mas 🙂 , malam itu 22.00 wita kami berangkad.

tengah malam lebih beberapa menit kami sampai di lokasi dan ketakjubpankupun dimulai, sebenarnya sudah sejak tadi ketakjuban itu dimulai, akses masuk ke desa ini gampang-gampang susah, meskipun sudah di aspal tetapi tetap saja ada jalanan rusak khas daerah pedesaan tertinggal yang bertepikan jurang, sumpah ngantuk sedikit saja mungkin mobil kami bakalan terjun bebas menuruni perbukitan itu, sempet juga mas hendra mematikan lampu mobil untuk merasakan seberapa gelap jalanan itu, mampus dah spontan aku teriak ketika tidak seberkas sinarpun masuk ke kelopak mataku ketika lampu mobil itu dimatikan wakakakakak…..

persiapan kami malam itu untuk menghabiskan malam adalah ARAK….. huehue…. plus sake yang dibawain oleh tomoe, teman kami dari negeri sakura, total perbekalan kami saat itu 2 botol aqua kecil arak putih, 1 botol aqua kecil arak orange, 1 botol aqua besar arak minyak rem (warnanya kek minyak rem) plus satu kotak “sake” oleh2nya tomoe-san, tumben minum sake haha…., perbekalan segitu ternyata cukup juga membuat kami tepar, gak semua ikutan minum sampai habis, beberapa tumbang di tengah jalan dengan pertanda jackpot muntah , lucu juga ternyata tingkah polah kami ketika berada pada tingkat kesadaran yang minim alias mabok haha…, ada yang konser ditengah hutan belantara sambil teriak2, ada yang naluri playboynya muncul dengan berbagai macam kata rayuan dan parahnya lagi yang dirayu cowok juga wakakakakakak sarap niy orang !!! aku cuman duduk terdiam merasakan kepala yang semakin ringan dan perut yang semakin lama semakin terasa mual pertanda akan jackpot, ya sudahlah toh akhirnya habis juga perbekalan kami malam itu 😀 ,mungkin cuman beberapa menit mata ini terpejam setelah aku sadar matahari sudah menunjukkan eksistensinya, sudah pagi, sekilas aku lihat seorang teman terkapar tanpa sadar ditunggui hewan kesayangannya hahaha…. mungkin anjing itu gak terima karena tempat yang biasanya dia pake tidur, malam itu di akuisisi oleh manusia tak tahu malu wakakakakak 😀 , aku juga tidak ingat semua yang aku nyanyikan sambil menghabiskan malam waktu itu 🙂 .

pagi di subaya, hm….. what a wonderfull moment 🙂 , jangan pernah bicara tentang subaya sebelum kamu rasakan sendiri sensasi keindahan, keramahan, dan keajaiban alam subaya !!!

7 comments ↓

#1 noped on 06.16.10 at 4:34 pm

Ngunu yo saiki, dolan dolan dewe ga tau ajak ajak

#2 viar on 06.16.10 at 4:54 pm

welcome to the another world 😀

#3 dirgantara on 06.16.10 at 5:51 pm

lain kali diajak dong…. 😀

#4 nyoman on 06.29.10 at 9:38 am

sedang membahas ini dengan si mpunya tulisan.
./baliun

#5 Agung Pushandaka on 06.29.10 at 10:15 am

Perbekalan itu seharusnya untuk mengisi perut, bukan menguras isi perut dengan jackpot! Haha!

Ngomong-ngomong tentang Subaya, kalau memang benar keindahannya seperti yang kamu bilang, ntar lagi keindahan desa itu akan habis dengan berdirinya banyak vila atau rumah pribadi berpenghuni orang asing. Bisnis property di bali kan ndak mengenal ampun. 🙂

#6 wongkamfung on 06.29.10 at 10:36 am

pernah ke kintamani tapi nggak tahu di mana subaya. slam kenal mas dan slam persahablogan

#7 Bowo on 06.29.10 at 10:54 am

@noped > sorry pakde aku yo diajak soalnya 😀

@pushandaka > perbekalan komplit mulai untuk mengisi sampai menguras, cuman kan beda orang beda cara untuk ngilangin stress, sebagian ada yg teriak2 gak karuan karena memang dikota ga sebebas di subaya, termasuk juga saya 🙂 tapi ada juga beberapa yg nyepi dan nyari sunyi disitu, just express your stress…. wakakakak ngaco 😀

@wongkamfung > benar sekali mas, subaya masih blom banyak yang tau hehe…. salam juga 🙂

Leave a Comment