luka itu sudah mengering

sudah lewat seminggu sejak pertama kali butiran peluru itu tepat mengenai leherku, luka itu terasa hanya sepintas lalu saat pertempuran sedang berlangsung, cuman semangat dan ambisi untuk merebut benteng kekuasaan lawan yang ada di pikiran kami sampai lengkingan peluit dan teriakan “bangsat” dari sebuah toa yang bisa sesaat meredam amarah kami tapi sesaat kemudian kembali semangat, amarah, ambisi kembali terpacu setelah lengkingan peluit itu samar terdengar. yeah, kami memang sedang berperang, sekuat tenaga mati-matian mempertahankan benteng kami sekaligus sesekali berusaha maju menyerang dan menduduki benteng lawan. strategi bertahan, starategi menyerang, semua tidak akan berguna ketika amunisi telah kosong, membawa senjata tanpa amunisi? sama halnya dengan singa tanpa gigi, cuman bisa mengaum gak jelas kesana kemari. tidak ada yang mati diantara kami maupun lawan kami, karena memang peperangan itu cuman sebuah permainan, klo boleh saya katakan sebuah simulasi peperangan, capek dan sakitnya beneran soalnya jiahahahaha…kamprettt saya masih dendam!!! nyeri di leher baru kerasa ke esokan harinya dan bertahan sampai 3 hari.

beberapa luka itu

paintball, bagi yang belum tau dan belum pernah, itu nama permainan yang kami mainkan minggu kemaren itu, simulasi peperangan yang bener-bener menguras energi, cwapek soalnya, padahal cuman bawa senapan angin yang gak lebih dari setengah Kg, gak kebayang bagaimana capeknya tentara-tentara itu ketika berperang dan harus nge-gembol ransel yang segitu gedenya dan senapan yang tentu saja tidak ringan seperti senapan paintball ini hehe… baju doreng, senapan, amunisi yang bisa larut dalam air, rompi pelindung, dan helm pelindung muka, menjadikan kami sudah seperti tentara beneran. olahraga ini sakit beneran lho ya, namanya juga paintball, pain = sakit, jadi berhati-hatilah karena meskipun tertembak dari jarak aman (5 meter) tetap saja bikin memar, jadi siapkan stamina dan bersiaplah untuk sedikit merasakan sakit, itung-itung oleh-oleh dari baturiti, begitu kata instrukturnya, pengen tak tembak aja tuh instruktur biar sama-sama merasakan, sakit beneran soalnya hehe..tapi sweruuuuuuuu, jempuol deh pokoknya, salah tembak temen sendiri juga bukan hal yang aneh dalam permainan ini, karena ketika didalam pertempuran, segala hal bisa terjadi, begitu katanya haha… 😀

lokasinya menarik, berbagai macam permainan yang langsung bersentuhan dengan alam tersedia disana, mau camping? ada, mau berkuda? bisa, mau mancing? monggo, mau berkebun? silahkan. lingkungan yang hijau, sejuk, asri, bukit yang aduhai, dowh… pengennya nginep aja disono trus bakar-bakar ikan, bikin api unggun sambil genjrang-genjreng nyanyi haha… sayang waktu kami tidak banyak, beberapa temen ada yang mencoba permainan FlyingFox, karena saya cuman melihat saja jadi maaf tidak bisa merasakan ketegangan bergelantungan di sebuah tali seperti itu hihi… tinggal nglempar pisang aja sebenernya haha… silahkan dibaca di sebelah mengenai FlyingFox ini dan tetangga yang juga sempat bercerita dan tentu saja balioutbound sebagai media yang membuat kami berkumpul dan beraktivitas

balioutbound community, you’r rock guys !!!

6 Replies to “luka itu sudah mengering”

  1. Wah sepertinya seru tuh yah Bli, hehe..

    Sblmnya salam kenal dari saya, klo berkenan kita bertukar link. Link Blog nya Bli sudah saya pasang di Blog saya. Semoga kita bisa saling berbagi cerita.

    Suksma,
    Sige

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *